Arsip untuk April, 2010

THE I

Posted: April 21, 2010 in TENTANG DUNIA

Adapted from Chairil Anwar’s “AKU”

When my time has come

I want no body to persuade me

Not even you

No need this sob

I am just a wild beast

From my own herd, exiled

Even when bullets lodge my skin

I am still at rage and lunge

Wound and venom accompany my escape

Run

Until the agony vanished

And I’ll be more ignorant

I want to live a thousand years more

March 1943

Iklan

Pidato Presiden Bush

Posted: April 13, 2010 in TENTANG DUNIA

Tak usah emosi, tak usah debat kusir, tapi tolong bercermin diri… Ini bukan pidato Bush asli, tapi penulisnya sungguh2 jempolan dalam berolah kata… salut juga… hehehe!

forward dari diansaputra@hotmail.com
Subject Pidato Presiden George Bush
Sifat Rahasia, Waktu Rahasia, Tempat Rahasia

(lebih…)

Yang Penting Berbuat

Posted: April 13, 2010 in TENTANG DUNIA

Pagi itu, Si Kabayan dimarahi lagi oleh istrinya, Si Iteung, karena sejak Si Kabayan di-PHK di perusahaannya yang dulu, Kabayan belum mengajukan lamaran pekerjaan.

Si Kabayan akhirnya diberi nasehat dari seorang tetangganya, Si Jampang, yang berprofesi sebagai desainer website di perusahaan Jampang Web Design. Mereka pun tampak asyik bercakap – cakap.

Jampang :” Kabayan, kamu bisa jadi pengusaha perusahaan dotcom.”
Kabayan :” Jangankan mau jadi pengusaha yang membutuhkan modal dan tetek bengek lainnya, buat hidup aku, Si Iteung dan anakku , Si Bego, saja sudah susah, Jampang.”

(lebih…)

BANTUAN TAK TERDUGA

Posted: April 11, 2010 in TENTANG DUNIA
Posted on October 27, 2008 by iqbalnurulazhar.
Categories: KATAKAN DENGAN CINTA.

Aku masih didekap rindu ketika namamu perlahan surut dalam ingatanku. Senyumku setengah patah namun aku paksakan untuk tegak. Nafasku satu-satu namun aku paksakan untuk masuk kedalam rongga paruku yang telah menjelaga. Semua kulakukan hanya sekedar menahan diriku untuk tidak lagi menyebut namamu.

Sial, kekacauan ini selalu saja datang ketika aku mulai menikmati perasaan tenang dan nyaman. Aku tak mungkin dapat melupakanmu walau sebentar saja, karena aku terlanjur terperangkap dalam manisnya bau tubuhmu. Kau menjeratku dalam lingkaran cinta yang terlarang.

Tapi aku takkan dapat melanjutkan menghisap bantuanmu walau aku tahu itu nikmat. Setiap kali kuteguk setetes dua tetes cairan di tubuhmu, aku berubah menjadi sesosok laki-laki yang berlari tanpa kenal lelah. Kau canduku, kau pesonaku

Katakanlah dikau apa maksudmu datang ke dalam kehidupanku? Mengapa pula kau lakukan penetrasi indah dalam hidupku ketika aku merasa telah setengah hati menjadi lelaki. Aku tahu kau tahu aku telah lelah dan nyaris patah asa dan segala butuh bantuan. Aku juga tahu kau tahu aku telah bosan menikmati tantangan demi tantangan dunia yang kini telah bermetamorfosis menjadi neraka kecil dan karenanya aku membutuhkan tangan untuk kugengganm. Apakah karena alasan itu kau datang kepadaku? Katakanlah siapa yang mengutusmu. Aku tidak memintamu datang untuk tawarkan bantuan seperti ini. Kau tahu bahwa kebencianku padamu dulu telah jauh melebihi tingginya gunung himalaya yang dijunjung tinggi gunung-gunung yang lain.

(lebih…)

Posted on October 22, 2008 by iqbalnurulazhar.
Categories: NEGARA UTOPIA.

Kadang ketika aku sendiri, kau muncul dalam bentuk bermilyar potret pecah. Akupun menjadi termenung dan berhenti dalam ragu. Kakiku tak kuasa melangkah untuk maju ke depan karena tangan halusmu itu menarik-narik lengan bajuku. Aku tahu bahwa dirimu indah, tapi andaikata aku terperangkap dalam jebakannmu aku akan berdiri disini sebagai orang yang merugi. Di depanku kini terbentang jutaan tantangan yang harus kutaklukkan. Jika tidak, jangan panggil aku manusia hebat, yang kelak kan memimpin dunia.

Kenanganku, aku tahu dirimu tak akan pernah alpa menyapa hari-hariku.  Kau belai imajinasiku dan mengajaknya berdansa dalam ruang kekuasaanmu.  Belayanmu memang sungguh mujarab. Kadang aku hanya bisa terpaku berjam-jam lamanya hanya sekedar menikmati slides  masa laluku yang memang kau sengaja putar khusus untukku.

Namun kini, setelah kegiatan duniaku menghimpit waktu senggangku, aku tak mungkin lagi dapat terus bercumbu denganmu. Banyak hal yang harus aku lakukan sebagai manusia. Semuanya adalah demi dirimu. Keberadaanmu di masa lalu demikian pilu. Kau identik dengan papa dan rendah diri. Dan kondisi itu kadang membuat aku malu.

Kernanya. ijinkanlah aku untuk sebentar saja meninggalkanmu. Berikanlah aku waktu untuk memanusiakan diriku, menguatkan kepercayaan hati dan mempertegas visiku. Aku ingin mengganti wujudmu, dari sesuatu yang lusuh dan tiada berharga, menjadi sesosok yang disegani dan bercahaya. Kenanganku, aku ingin menciptamu sebagai kenangan seorang manusia hebat dan sempurna. Doakan aku

Posted on October 22, 2008 by iqbalnurulazhar.
Categories: SANG PENCIPTA.

Kegagalan tidak harus di tangisi. Kadang kegagalan perlu kita kita rayakan. Dengan munculnya kegagalan, maka itu semua adalah pertanda bahwa kita masih hidup dan masih menjadi manusia biasa.

Kegagalan membawa tangis, itu pasti. Tapi tidak semua tangisan selalu identik dengan menyakitkan. Ingatlah pepatah bijak: “Siapa yang menangis dahulu, maka dia akan tertawa pertama. Siapa yang bersedih dahulu, maka dia akan tertawa kemudian. Siapa yang gagal dahulu namun dia berusaha memperbaiki kegagalannya, maka dia akan menjadi orang yang sukses di masa depan. Dan aku punya buktinya.

(lebih…)

CINTA TELAH MENIPUKU

Posted: April 11, 2010 in TENTANG DUNIA

Cinta adalah rembulan yang bersinar terang bersama dengan tiadanya  siang. Cinta datang kepadaku ketika hatiku berpaling. Kucoba menyingkirkannya dengan dalih sejuta alasan. Namun ibarat hujan, ia hadir ketika banjir, dan ia hilang ketika kemarau menjelang. Atas namaku cinta berkata dengan lantang: “Kau takkan mungkin dapat berpaling sedang nalurimu berusaha memelukku. Kau takkan mungkin singkirkan aku sedang kau masih tergila-gila membaca kitab-kitab peradaban.“

Aku tak pernah berusaha menganggapnya ada, tapi ia selalu datang dalam bentuk nafas malam yang terluka. Menghiba, meronta dan mengharubirukan kesunyian istana hatiku hingga akhirnya pesona cintakupun terbakar.

(lebih…)