Yang Penting Berbuat

Posted: April 13, 2010 in TENTANG DUNIA

Pagi itu, Si Kabayan dimarahi lagi oleh istrinya, Si Iteung, karena sejak Si Kabayan di-PHK di perusahaannya yang dulu, Kabayan belum mengajukan lamaran pekerjaan.

Si Kabayan akhirnya diberi nasehat dari seorang tetangganya, Si Jampang, yang berprofesi sebagai desainer website di perusahaan Jampang Web Design. Mereka pun tampak asyik bercakap – cakap.

Jampang :” Kabayan, kamu bisa jadi pengusaha perusahaan dotcom.”
Kabayan :” Jangankan mau jadi pengusaha yang membutuhkan modal dan tetek bengek lainnya, buat hidup aku, Si Iteung dan anakku , Si Bego, saja sudah susah, Jampang.”

Jampang :” Modal masalah gampang Kabayan, kamu bisa pinjam dulu atau saya buatkan dulu websitenya, nanti kalau sudah balik modal baru kamu bayar ke aku, gimana setuju tidak?”
Kabayan :” Ya sudah, kamu atur dech kawan.”
Jampang :”Kamu sudah punya konsep websitenya belum Kabayan?”

Kabayan yang buta tentang komputer itu pun akhirnya hanya mengangguk saja kepalanya menuruti kata – kata sang desainer website. Kabayan tidak mengerti istilah – istilah dalam dunia teknologi informasi seperti website, flash, banner, coldfusion, HTML dan istilah – istilah lainnya.

Jangankan mau tahu istilah itu, komputer paling sederhana di muka bumi ini pun Kabayan tidak punya.

Kabayan :” Aku belum punya konsep, Jampang.”
Jampang :” Kalau begitu aku punya ide. Bagaimana kalau pengalaman – pengalaman bodohmu menjadi isi dari website? Cerita kamu akan menjadi cerita mahal dan orang pasti tertawa membacanya.”

Kabayan merasa dibodohi oleh sang desainer website tersebut karena pengalaman bodoh Si Kabayan pasti akan ditertawakan oleh teman – temannya seperti Si Kilah dan lain sebagainya.

Kabayan :” Terserah kamulah. Nanti aku dapat pemasukannya dari mana kalau isinya cerita pengalaman bodohku semua?”
Jampang :” Tenang, dalam website itu nanti kita pasang banner, Kabayan.”
Kabayan :” Banner itu apa Jampang?”
Jampang :” Begini kawanku, banner adalah iklan atau sponsor dari suatu perusahaan, produk atau website yang dipasang di website kita. Itu nanti gampang, masalah pemasaran, yang penting website kamu jadi dulu.”

Jampang :” Bagaimana kalau namanya ceritakabayan.com
Kabayan :” Terserah kamulah, nanti saya tulis dulu ceritaku atau pengalamanku dulu ya?”
Jampang :” Bagus, akhirnya otakmu bekerja juga. Saya akan susun desainnya. Nanti saya upload untuk desain awalnya, siapa tahu kamu mau ubah desainnya.”

Kabayan bingung dengan kata upload yang diucapkan oleh Si Jampang. Kabayan pun lagi – lagi hanya sanggup menganggukan kepala seolah – olah mengerti. Beberapa hari kemudian, Si Kabayan pun diperlihatkan desain awal websitenya.

Kabayan pun sepakat dengan desain tersebut, dan data – data pun sudah Kabayan serahkan kepada Si Jampang. Beberapa hari kemudian situs ceritakabayan.com sudah ditampilkan di internet.

Pemasarannya pun cukup bagus. Stiker disebar dimana – mana, brosur dibagikan ke semua orang, spanduk dipasang di tempat strategis dan surat penawaran pemasangan banner pun dilayangkan kepada perusahaan dan website lainnya.

Alhasil ceritakabayan.com popular dimana – mana bahkan sampai penjuru dunia dan banyak perusahaan yang berani pasang banner dengan harga tinggi. Kabayan pun akhirnya menjadi kaya.

Kabayan :” Jampang, ini uang pembayaran pembuatan website dan pemasarannya.”
Jampang :” Wah terima kasih Kabayan, sudah kaya kamu sekarang ya? Gunakan uangmu sebaik – baiknya untuk mengebulkan dapur Si Iteung dan menyekolahkan Si Bego.”
Kabayan :” Terima kasih juga Jampang, ini semua berkat kamu.”

Kabayan pun mengantar Si Jampang pulang kerumahnya. Dalam perjalanan Kabayan kerap kali ditertawakan tetangganya terutama Si Kilah.

Si Kilah :” Hai Kabayan, cerita bodohmu kau pasang di internet ya? Hahaha, bodoh sekali kau Kabayan.”

Kabayan pun diperingatkan oleh Si Jampang untuk tenang saja, yang penting setidaknya kamu sudah lebih sejahtera dan mau melakukan sesuatu daripada Si Kilah yang tidak melakukan apapun sama sekali.

Akhirnya hati Si Kabayan pun lega karena dia tahu dia telah berbuat sesuatu untuk merubah nasibnya menjadi lebih baik, walaupun terus dibodoh – bodohi oleh tetangga – tetangganya yang membaca ceritanya.

diambil dari: http://bisaketawa.blogspot.com/2009/01/tanpa-judul_05.html

Komentar
  1. assalam mengatakan:

    sepakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s