Arsip untuk Juli, 2010

Palangkaraya, CyberNews. Bahasa suku Dayak Maanyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) harus dilestarikan oleh generasi muda suku tersebut agar tidak terkikis perkembangan jaman.

“Tidak sedikit generasi muda kami yang malu menggunakan bahasa suku Dayak Maanyan,” kata sesepuh Kerukunan warga Dusun Maanyan dan Lawangan (Dusmala) wilayah Jabodetabek Siprento M Lusa, di Palangkaraya, Sabtu (17/4).

Hal ini dikarenakan kurangnya peran orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anak-anaknya mengenai tradisi dan seni budaya suku Maanyan dalam kesehariannya. Pelestarian bahasa tersebut merupakan salah satu hal yang dibahas pada pertemuan besar Dusmala se-Indonesia yang dilaksanakan pada1 6-17 April 2010. (lebih…)

Solo, CyberNews. Bahasa Melayu tidak bisa dipaksakan menjadi bahasa resmi Negara-negara di ASEAN. Para pakar bahasa dari berbagai Negara anggotanya, sepakat tidak lagi membahas masalah itu, karena kendalanya sangat banyak.

“Sebenarnya keinginan itu sudah mencuat lama, sekitar tahun 1982 ketika terbentuk Majelis Bahasa Brunei, Indonesia dan Malaysia (Mabbim). Tapi mempertimbangkan berbagai hal, disepakati ha itu tidak dipaksakan,” kata DR Sugiono, Kepala Pusat Bahasa.

Berbicara dalam pertemuan dan seminar Mabbin di UNS, dia mengatakan Bahasa melayu yang memiliki penutur terbesar di wilayah Asia Tenggara, justru sudah mulai banyak ditinggalkan.

“Tinggal Indonesia saja yang masih bertahan, bersama Malaysia dan Brunei, itupun menjadi bahasa kedua. Hal yang sama terjadi di Singapura. Untuk Thaliand, malah tinggal di wilayah selatan saja, demikian pula Filipina,” ujarnya.

Karena itulah sangat sulit seandainya memaksakan Bahasa melayu menjadi bahasa resmi tingkat Asean sekalipun, atau bahkan menjadi Bahasa Internasional. Persyaratannya jauh lebih sulit.

Pembentukan Karakter

Kendati demikian, Sugiono menambahkan, di Asean para ahli bahasa sepakat mencoba mengadopsi istilah-istilah asing yang digunakan dalam bahasa ilmu pengetahuan, untuk dicarikan padanan katanya dalam bahasa melayu. “Tentu juga padanan kata yang disepakati oleh Negara masing-masing,” lanjutnya. (lebih…)

DI DAERAH pegunungan Oaxaca, Mexico, orang-orang Mazatec yang hidup di sana, sama sekali tidak menggunakan telepon, ponsel, atau sarana komunikasi lainnya.

Namun, mereka dapat berkomunikasi pada jarak dua kilometer atau lebih, misalnya sewaktu bekerja di perkebunan kopi yang terletak di lereng bukit.

Apa rahasianya? Lama berselang, orang Mazatec mengembangkan suatu bentuk bahasa yang disiulkan.
Pedro, seorang pemuda Mazatec mengatakan, ëíbahasa Mazateco adalah bahasa nada. Jadi sewaktu kami bersiul, kami meniruklan nada serta irama bahasa lisan. Dan, kami bersiul hanya dengan bibir, tanpa bantuan jari tangan. (lebih…)

Manado, CyberNews. Sekitar 18 bahasa daerah di Sulawesi Utara terancam punah sehingga perlu upaya untuk melestarikan bahasa itu. Saat ini generasi muda di Sulut minim penguasaan terhadap bahasa daerahnya yang merupakan kekayaan bangsa.

Hal itu dikatakan Pelaksana Harian Kepala Balai Bahasa Sulut, Prof Dr HT Usup. “Jika tidak ada upaya pelestarian terhadap bahasa daerah tersebut, maka kekayaan itu terancam punah,” katanya.

Menurut Guru Besar di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Manado tersebut, Provinsi Sulut memiliki sekitar 18 bahasa daerah antara lain Bahasa Tonsea, Bahasa Tombulu, Bahasa Tountemboan, Bahasa Mongondow dan Bahasa Sangihe. Umumnya yang mengetahui bahasa itu adalah orang-orang yang sudah lanjut usia, sementara generasi muda kurang atau minim penguasaannya. (lebih…)

Semarang, CyberNews. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo diharapkan dapat menginisiasi adanya kongres bahasa Jawa. Hal itu disampaikan Ketua Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Jawa Tengah, Suyanto S.Sos dalam Musyawarah Besar (Mubes) Permadani ke-6, Jumat (3/7) malam.

Suyanto menuturkan, bahasa daerah dinilai sebagai salah satu pilar penting dalam kebudayaan daerah yang menyokong kuatnya kebudayaan nasional suatu bangsa.

Terkait hal itu, pihaknya juga meminta Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo agar pengajaran bahasa daerah yang semula dimulai pada tingkat Sekolah Dasar (SD), dapat dimulai lebih dini, yakni Taman Kanak-kanak (TK). (lebih…)

Kesultanan Ternate mengusulkan Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, penggunaan bahasa Ternate menjadi bahasa komunikasi di kantor, sebagai salah satu upaya melestarikan bahasa daerah warisan leluhur itu.

“Kesultanan Ternate juga akan mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Nasional Kota Ternate untuk menjadikan bahasa daerah Ternate sebagai mata pelajaran muatan lokal di semua tingkatan sekolah di daerah ini,” kata Sultan Ternate Mudhafar Sjah, di Ternate, Senin (5/7).

Kesultanan Ternate bakal mengusulkan hal tersebut, pasca-pelantikan calon wali kota/wakil wali kota Ternate terpilh pasangan Burhan Abdurrahman/Arifin Djafar, pada pertengahan Agustus 2010. (lebih…)

Generasi internet tumbuh subur di kota-kota besar Indonesia. Sejak kecil, mereka “melek internet”, tumbuh berkembang dalam pengaruh teknologi maya. Sebagian pengamat dan ahli sosial umumnya sepakat melihat tanda-tanda khas Gen N sehingga dapat dibedakan dari generasi sebelumnya.

Salah satu pelopor konsep Gen N adalah Don Tapscott asal Toronto, Kanada. Tapscott menggambarkan, Gen N sangat peka dan amat terpengaruh oleh segala produk yang berbau teknologi digital, internet, dan koneksitasnya. Mulai fitur pesan singkat, situs jaringan sosial, telepon seluler (ponsel), berbagai pemutar media digital, hingga berbagai jenis klip video. Karena itu, tak mengherankan, Gen N jarang memejeng poster idola mereka besar-besar di kamar. Mereka lebih senang menyimpannya dalam wujud digital dalam ponsel atau laptop, yang dapat dibawa ke mana saja. (lebih…)