HAKIKAT HAKIKI KEMERDEKAAN

Posted: Juli 5, 2010 in TENTANG DUNIA

Iqbal Nurul Azhar

Ketika kata 17 Agustus-an disebut, fikiran kita langsung tertuju pada sebuah selebrasi
sosial yang semarak. Banyak kegiatan diadakan untuk memeriahkan acara ini. Mulai dari
yang sederhana seperti gotong royong bersih-bersih kampung, lomba-lomba unik nan menarik yang dari tahun ke tahun semakin beraneka ragam jenisnya, sampai pada kegiatan formal kompleks berupa upacara di alun-alun kabupaten, kecamatan, atau lapangan-lapangan sekolah. Inti dari kegiatan ini adalah sederhana, yaitu memperingati hari kemerdekaan bangsa besar yang terjadi pada tahun 1945 yaitu bangsa Indonesia.

Partisipan dari peringatan ini berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Sebagian besar
berasal dari kalangan pemuda. Para peserta gerak jalan kabupaten, peserta lomba panjat
pinang, penggerek bendera dan partisipan Agustus-an lainnya kebanyakan berasal dari
golongan yang dikenal sebagai the agent of cange, yaitu generasi muda. Dominasi pemuda dalam setiap kegiatan Agustus-an seakan-akan memberikan gambaran spektakuler bahwa pemuda Indonesia sangat atusias dan benar-benar menghayati esensi hari kemerdekaan bangsa ini. Namun apakah faktanya demikian?

Tidak dipungkiri bahwa peringatan 17 Agustus-an adalah peringatan yang mengakar tulang, sehingga sangatlah mustahil jika para pemuda tersebut ada yang tidak paham bahwa sejak 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia merdeka. Namun pada kenyataannya, tidak semua pemuda yang berpartisipasi dalam peringatan ini paham secara jelas mengapa mereka memperingatinya.

Tidak sedikit di antara mereka hanya muncul sekedar menjadi penggembira tanpa tahu akan makna peringatan tersebut. Sah-sah saja para pemuda tersebut berteriak lantang merdeka, karena faktanya demikian. Sah-sah saja andaikata mereka gembira dan merasa wajib merayakannya. Namun, andakata diamati lebih dalam, mereka tidak sadar bahwa ada kontradiksi dari kata merdeka mereka dengan realitas diri mereka. Bagaimana mereka bisa mengatakan merdeka jika tubuh mereka diborgol oleh baju dan celana yang masih bertuliskan Nike dan Levis. Bagaimana mereka bisa merdeka jika pikiran mereka masih terbelenggu sifat kekanak-kanakan, dan selalu mengagung-agungkan budaya barat yang hedon dan glamour. Bagaimana mereka bisa berteriak lantang merdeka! jika jiwa mereka masih terikat pada paham materialisme dan kapitalisme yang memandang surga ada di dunia berupa kekayaan dan kesenangan nafsu belaka. Mereka sebenarnya tidak merdeka, karena yang merdeka hanya “jasad kosong” belaka. Padahal, kemerdekaan sejati haruslah melibatkan tiga kesatuan penting yaitu body, mind, dan soul. Selama tiga entitas ini tidak sempurna merdeka, atau tidak merdeka salah satunya, maka manusia tidak bisa dikatakan merdeka.

Sebagai generasi muda, sudah saatnyalah untuk mewujudkan kemerdekaan sejati tersebut. Tidak perlu melakukan hal-hal yang rumit. Cukuplah dengan memaksimalkan potensi dan peranan mereka di masyarakat sambil berusaha secara optimal memerdekakan tiga entitas tersebut. Bagi pelajar, mereka bisa belajar dengan tekun, sambil lalu berusaha memerdekakan tubuh mereka dengan tidak memakai produk-produk import dan berusahalah memakai produk anak negeri. Dengan kegiatan ini diharapkan body mereka dapat merdeka dengan sempurna. Bebaskan pula mind (pikiran) mereka dari sifat kekanak-kanakan. Sifat hedon dan senang akan glamouritas dapat di metamorfosiskan kepada sifat sportif dalam berkompetisi di berbagai cabang olahraga, science dan seni, gemar prestasi dan mau menemukan inovasi-inovasi yang bermanfaat sesuai dengan hobby mereka. Bebaskan soul mereka dari paham materialisme dan kapitalisme dan arahkan pada jiwa religious yang sekarang makin terkikis oleh jaman. Tidak mudah memang memahami makna kemerdekaan. Namun mudah-mudahan apa yang tertulis di artikel ini sejalan dengan pemikiran para pahlawan 45 ketika mereka berfikir tentang hakekat kemerdekaan bangsa kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s