AWAS SALAH KETIK!

Posted: Juli 7, 2010 in TENTANG DUNIA

Diadaptasi dari: http://blogberita.net/2009/09/08/bahasa-indonesia-kata-bahasa-batak-toba-kata-mirip/

Di dunia tulis-menulis seperti menulis artikel di situs berita Internet, suratkabar, atau buku, lazim ada petugas khusus yang disebut sebagai editor atau korektor bahasa. Tugasnya terutama untuk memeriksa penulisan kata, penempatan tanda baca, hingga benar-tidaknya susunan suatu kalimat menurut ejaan bahasa Indonesia.

Wartawan lapangan atau reporter, sebagai contoh, sangat mungkin sering salah menulis kata secara tidak sengaja. Keletihan meliput di lapangan, diburu tenggat-waktu, atau karena tombol huruf pada keyboard komputer yang lengket bisa membuatnya menulis kata-kata secara salah. Sebab itulah diperlukan redaktur dan juru periksa bahasa.

Aku sendiri punya pengalaman kesalahan menulis kata yang sering terjadi, bahkan sampai saat ini. Penyebabnya karena saya mengetik 10 jari.

Ada satu kata yang hampir selalu salah kuketikkan, yaitu kata “sebagian”, yang kutulis menjadi “sebagai” atau “sebagaian”. Ini karena dalam menulis mungkin jari-jari tangan saya sudah hapal mengeja “sebagai”, karena memang kata ini lebih banyak dan sering muncul ketimbang kata “sebagian”. Maka setiap menulis “sebagian”, saya selalu berhenti beberapa detik untuk memerhatikan ejaannya.

Misalkan koran sebesar Kompas salah menulis judul berita “Kapolda Sumut dicaci bandar togel” menjadi “Kapolda Sumut dicari bandar togel”. Bisa-bisa Kompas digugat ganti-rugi pencemaran nama baik hingga ratusan juta rupiah. Kapolda menggugat karena dia terpojok diberitakan dicari-cari bandar togel, seolah-olah dia dapat angpao bulanan dari togel. Si cukong judi togel juga marah karena ditulis mencari Kapolda. Padahal berita yang sesungguhnya adalah kinerja positif Kapolda, dia tegas menindak togel sampai-sampai para bos judi marah dan mencacinya. Contoh kasusnya begitu.

Berikut ini beberapa contoh kata dalam bahasa Indonesia yang berbeda satu huruf dalam penulisannya. Gawat kalau salah ketik dalam kalimat.

  • Baru-baru ini Tempo Interaktif menulis artikel berjudul Tujuh jenis pahala yang tidak putus. Bayangkan bila salah tulis menjadi Tujuh penis yang tidak putus.
  • Babi suka makan bayi. Padahal, contohnya, yang dimaksud adalah Bayi yang suka makan daging babi.
  • Pak Haji itu orangnya pekak. Padahal yang dimaksud adalah peka atau tinggi rasa sosialnya.
  • Orang jelita perlu dibantu. Orang jelata perlu dibantu.
  • Lonceng dipukul kencing. Ini lonceng yang terlalu sensitif. Contoh seharusnya Lonceng dipukul kencang.
  • Pekan depan Dekan datang. Bisa salah tulis menjadi Pekan dekan depan datang.
  • Anang-Krisdayanti ceria di pengadilan. Salah menulis kata cerai.
  • Ucok mencabuli rambut Butet. Bandingkan dengan Ucok mencabuti rambut Butet.
  • Si Bintang dibanting. Daripada Si Banting dibintang.

Ini contoh kesalahan menulis kata yang berakibat fatal dalam bahasa Batak. Benar-benar terjadi, bukan rekayasa seperti kasus-kasus di atas. Seorang teman wartawan di Balige pernah mengirim berita ke redaksinya tentang Partai Pilar. Tanpa disengaja oleh redaksi, kata yang muncul besoknya di koran adalah Partai Pilat.

Ini sangat gawat. Pengurus parpol tersebut bisa marah, karena partainya dilecehkan sebagai “partai penis”. Teman wartawan itu lalu buru-buru menutup dan menipeks kata Pilat menjadi Pilar, barulah suratkabarnya dibagi oleh loper.

Sama bahayanya jika kata “kontrol” ditulis menjadi “kontol”. Dan masih banyak contoh kata lain yang cuma berbeda tipis satu huruf namun bisa berdampak fatal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s