169 Bahasa daerah terancam punah

Posted: Juli 24, 2010 in BERITA-BERITA TENTANG BAHASA

Sumber Solopos: 22 Juli 2010

Solo. Sedikitnya ada 169 bahasa daerah berpenutur maksimal 500 orang terancam punah. Bahkan ada bahasa daerah yang sudah sangat sedikit penuturnya.

Bahasa tersebut di antaranya seperti bahasa hukumina dan mapia, tandia, kayeli, bonerif, naka’ela, dusner serta bahasa langilu, hoti, hulung, kemarian, nusa laut, piru, kanum, badidan saponi yang sudah sekarat. Sehingga sangat sulit untuk diselamatkan.

“Dalam kondisi ini untuk bahasa-bahasa yang penuturnya minim terpaksa diinventarisasi serta direkam saja. Bahasa ini tidak perlu diperhitungkan untuk pembangunan karakter bangsa, tapi disimpan sebagai khasanah budaya,” ujar pengamat bahasa dari Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Multamia RMT Lauder dalam Seminar Nasional Majelis Bahasa Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia (Mabbim) “Meningkatkan Peranan Bahasa Indonesia/Melayu dalam Penguatan Jati Diri Bangsa” di ruang seminar Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR), Kamis (22/7).Dia mengatakan sekurang-kurangnya terdapat kesepakatan antara ahli bahasa bahwa di Indonesia terdapat 13 bahasa daerah terbesar dengan penuturnya minimal satu juta jiwa. Ke-13 bahasa itu yaitu Jawa, Sunda, Melayu, Madura, Minangkabau, Batak, bali, Bugis, Aceh, sasak, Makasar, Lampung dan Renjang.

Dia menjelaskan bahasa daerah merupakan salah satu sarana pendidikan dini sebagai landasan pengembangan pemerkayaan perbendaharaan bahasa Indonesia. Selain itu sebagai salah satu unsur jati diri bangsa. “Hal ini tertera jelas di UU No 4/1950 pasal 5 ayat 1 yang menetapkan guru diperbolehkan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada tiga kelas terendah di sekolah dasar (SD-red),” jelasnya.

Sementara Kabid Pengembangan Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa Sugiyono menuturkan bahasa daerah merupakan basis untuk pembentukan pemenuhan karakter jati diri bangsa. Sedangkan bahasa Indonesia berfungsi sebagai perekat masyarakat nasional. Idealnya, dia menuturkan masyarakat Indonesia harus mampu menguasai tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s