Selamat Datang “G3n3r4si M4y4”!

Posted: Juli 30, 2010 in BERITA-BERITA TENTANG BAHASA

Generasi internet tumbuh subur di kota-kota besar Indonesia. Sejak kecil, mereka “melek internet”, tumbuh berkembang dalam pengaruh teknologi maya. Sebagian pengamat dan ahli sosial umumnya sepakat melihat tanda-tanda khas Gen N sehingga dapat dibedakan dari generasi sebelumnya.

Salah satu pelopor konsep Gen N adalah Don Tapscott asal Toronto, Kanada. Tapscott menggambarkan, Gen N sangat peka dan amat terpengaruh oleh segala produk yang berbau teknologi digital, internet, dan koneksitasnya. Mulai fitur pesan singkat, situs jaringan sosial, telepon seluler (ponsel), berbagai pemutar media digital, hingga berbagai jenis klip video. Karena itu, tak mengherankan, Gen N jarang memejeng poster idola mereka besar-besar di kamar. Mereka lebih senang menyimpannya dalam wujud digital dalam ponsel atau laptop, yang dapat dibawa ke mana saja.Menurut Tapscott, Gen N tak seperti generasi ayah mereka yang sangat dipengaruhi teknologi televisi. “Generasi televisi tidak dapat berinteraksi dengan konten media. Sebaliknya, Gen N memiliki banyak cara untuk itu,” tulis Tapscott.

Mereka dapat menyampaikan gagasan, berdiskusi, bercanda –apa saja. “Generasi muda ini sangat getol berdebat dan belajar berpikir kritis,” tulis Tapscott lagi.

Apa benar gejala sosial seperti itu juga terjadi di Indonesia? Sayang, penelitian terhadap Gen N di Tanah Air belum kelihatan. Tetapi sejumlah psikolog dan pengamat sosial yang dikontak Gatra telah melihat pertumbuhan itu. Buktinya? Cobalah simak komentar anak Gen N di situs tempat nongkrong mereka.

Seorang siswi SMP di Bandung mem-posting pendapatnya tentang kehebohan video syur para selebriti. “Memang perlu Luna Maya, Cut Tary, Ariel dipenjara? I think, ga perlu bgt sampe diributin. If memang mrk yg bnr2 jd pemain di video itu, toh mereka lakukan atas dasar suka sama suka…Yg dosa kan mereka, so knp bnyk orang ngeributin?:/ Penjara di Indonesia ga bakal muat nampung smua narapidana kasus sex di luar nikah or sex pasangan selingkuh, jujur deh sm diri sendiri.:p Klo ga mau berita bgini diexpose, ya sudah, stop berita ttg mereka. Negara punya banyak hal penting lainnya utk diselesaikan! Yg setuju, ikut tulis nama ya dsini.:D.” ***

Untuk memahami bahasa gaul anak-anak Gen N, sebagian orangtua tampaknya memerlukan kamus khusus. Itu pun barangkali tidak cukup. Sebab, seperti generasi sebelumnya, Gen N pun memiliki kode prokem sendiri yang sering disebut 4L4Y (baca: alay). Tetapi memang tidak semua Gen N menggunakan kode 4L4Y.

Struktur 4L4Y lebih “rumit” ketimbang bahasa SMS yang main singkat sana-sini dan terkesan “semau gue“. Ada huruf yang diganti dengan angka dan banyak singkatan bahkan simbol yang artinya disesuaikan dengan konteks kalimat. Tak jelas, siapa penciptanya dan muncul dari mana. Yang pasti, 4L4Y menjadi salah satu ikon Gen N karena kemampuannya yang serba-singkat dan cepat. Walau begitu, mereka yang kritis atas fenomena Gen N ini bukannya tidak ada. Salah satunya berasal dari Thomas Reeves dan Eunjung Oh, peneliti dari Universitas Georgia. Reeves menyoal tentang metode pembagian generasi yang ada. “Sangat sedikit konsensus yang terjadi antara para ahli soal pola dan metode pembagian generasi ini sehingga dapat diterapkan dalam lingkungan kerja, universitas, dan lainnya. Pengadaan generasi ini berdasarkan survei lemah dari suatu lembaga konsultan yang berorientasi laba yang seharusnya dilakukan dalam konteks ilmiah,” tulis Reeves dalam jurnalnya (2007).

Apakah kelak generasi ini dapat diandalkan?

Disadap dari: http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=139018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s