‘Asbo’ dan ‘chav’ masuk kamus

Posted: Agustus 4, 2010 in BERITA-BERITA TENTANG BAHASA

Kamus bahasa Inggris Collins edisi terbaru sudah diterbitkan, termasuk 1.500 kata-kata baru yang mencerminkan perubahan baru dalam bahasa dan budaya.

Diantara kata-kata baru itu adalah “chav” yang artinya “seorang anak muda dari kelas pekerja yang berpakaian olahraga.”

Dalam kamus ini juga masuk “Asbo” singkatan dari Anti-Social Behaviour Order atau kelainan perilaku yang anti-sosial dan “retrosexual”, yaitu seorang laki-laki heteroseksual yang menghabiskan waktu sedikit untuk penampilannya.

Kepala editor kamus ini mengatakan, semua kata-kata baru ini menggambarkan masyarakat yang ‘vibrant’ alias ‘bersemangat’.

Kamus ini juga mengisyaratkan bahwa kata ‘chave’ mungkin berasal dari istilah Roma “chavi” yang berarti anak.

Pornografi properti

Berasal dari tema ini, kamus ini juga memasukkan kata “chavette” untuk chav perempuan dan kata sifatnya “chavish” dan chavtastic” yang berarti dirancang atau cocok untuk para chavs.

Persamaan chav untuk Irlandia yaitu “skanger”, untuk Skotlandia “ned” dan daerah Anglia Timur di Inggris “yarco” juga disebut dalam kamus ini.

Kata-kata baru yang juga masuk adalah “property porn” atau pornografi properti didefenisikan sebagai “satu jenis program televisi yang bertujuan menjadi pelarian, fitur majalah dan sebagainya yang memperlihatkan rumah-rumah atau properti untuk dijual, khususnya di lokasi-lokasi impian atau yang perlu direnovasi, atau kedua-duanya.

Sport juga terwakili dalam kamus ini, dengan masuknya istilah baru termasuk “tapping up” yang diartikan sebagai “praktek ilegal berusaha merekrut seorang pemain selagi pemain itu masih terikat kontrak dengan tim lain.”

Kata lain yang berasal dari sepakbola adalah “bouncebackability” – atau kemampuan untuk kembali tampil setelah sempat mundur, terutama dalam sport. Menurut kamus ini, istilah bouncebakability pertama-tama disebut oleh manajer Crystal Palace Iain Dowie.

Penuh semangat

Kata-kata baru lain adalah “adultescent” – seorang dewasa yang masih sangat tertarik dengan budaya anak muda. Kemudian “brand Nazi” – seseorang yang ngotot hanya mau membeli satu mereka pakaian tertentu atau barang-barang lain.

“Exhibition killing” yaitu pembunuhan sandera oleh para teroris yang difilmkan dan disiarkan lewat televisi atau internet.

Kepala editor kamus ini, Jeremy Butterfield mengatakan : “Orang-orang memperlakukan bahasa sebagai milik mereka sendiri dan cara mereka menggunakannya sangat inventif.”

“Kata-kata baru dalam edisi ini tidak hanya mencerminkan perubahan dalam budaya kita, tetapi perubahan dalam cara kita menggunakan bahasa kita.

Kata-kata ini mencermikan masyakarat multikultural yang penuh semangat, mencari cara mengekspresikannya dan menggambarkan dunia yang mengitarinya”.

Disadap dari: http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2005/06/050609_chav.shtml

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s