Relativitas Dusta dalam Linguistik

Posted: Agustus 8, 2010 in BERITA-BERITA TENTANG BAHASA

Apakah Anda pernah dibohongi? Apakah ada orang yang pernah berdusta kepada Anda? Atau kalau pertanyaan dibalik: apakah Anda pernah berdusta atau berbohong? Seberapa bohongkah Anda? Agak bohong, lumayan bohong, sangat bohong?

Rupanya dusta atau kebohonganpun terkena hukum relativitas. Sejauh mana jarak ujaran atau kalimat Anda dari kebenaran factual itulah nilai relativitas dusta Anda.

Mungkin Anda pernah mengalami seperti yang saya alami atau setidaknya mirip. Suatu hari saya sedang menunggu angkutan umum. Lalu datanglah seorang ibu muda berpakaian lumayan rapi, membawa tas, sepertinya sedang melakukan perjalanan. Singkat cerita dia bercerita bahwa dompetnya hilang. Dia meminta kerelaan saya untuk menyumbangnya karena dia harus pulang naik kereta api. Dia menyebutkan harga tiket kereta, dan juga uang yang dia masih punya di sakunya. Kurangnya sekian rupiah.

Karena kurangnya cukup banyak, saya hanya member setengahnya. Selain itu juga intuisi saya mengatakan kalau dia berbohong. Sesampai di kantor saya bercerita hal ini. Dan seorang teman langsung ingat peristiwa yang sama. Kami lalu mencocokan ciri-ciri orang yang meminta uang tadi. Ternyata orang yang sama. Tempat kejadiannyapun berdekatan.

Ah saya telah dibohongi, ditipu. Tetapi apakah wanita itu 100% berdusta? Saya kira tidak. Pertama, dia tidak berbohong bahwa dia butuh uang. Seperti kita semua butuh uang juga, itu fakta. Kedua, harga tiket yang ia sebutkan memang sesuai dengan harga yang ada di stasiun. Jadi dia tidak bohong masalah harga tiket kereta. Jadi saya kira kebohongan memang relatif.Seperti di dunia maya juga, di kompasiana misalnya, apakah semua orang tidak tidak berdusta alias jujur. Mungkin tidak. Lihat saja foto profil yang macam-macam. Ada yang bunga, binatang, kartun, ada juga foto sendiri. Yang foto sendiri itupun belum tentu jujur karena ada yang lebih muda, foto anaknya, foto olahan computer dan lain sebagainya. Foto profil saya sendiri? Berbohongkah saya? Tidak sepenuhnya, meskipun itu kartun, itu representasi saya, seorang laki-laki.

Kembali ke masalah dusta dalam ilmu bahasa. Dalam ilmu bahasa memang tidak pernah dibahas masalah dusta atau kebohongan. Yang dibahas adalah kebenaran. Sejauh mana sebuah ujaran atau kalimat dianggap sebagai kebenaran. Biasanya topik ini dibahas dalam cabang prakmatik yang mengoprek bagaimana konteks bersumbangsih terhadap arti; atau dalam cabang filsafat bahasa. Hal ini jelas karena KEBENARAN sebuah ujaran terkait langsung dengan konteks.

Dalam prakmatik masalah kebenaran ini dibahas salah satunya oleh Paul Grice dengan 4 aturan atau maksimnya yang salah satunya adalah maksim kualitas atau maxim of quality. Komunikasi akan berjalan kalau kita tidak abai terhadap kebenaran sebuah ujaran. Ujaran yang mengandung kebenaran menurut Grice harus mentaati dua hal. Pertama, Jangan mengatakan hal yang Anda percaya sebagai tidak benar. Kedua, jangan mengatakan sesuatu yang tidak mempunyai bukti yang cukup.

Dalam filsafat bahasa beberapa ahli yang mendiskusikan masalah ‘kebenaran’ ini antara lain adalah: Thomas Aquinas, Bertrand Russel, Jurgen Habermas, dan masih banyak lagi filsuf bahasa lainnya. Pada dasarnya ‘kebenaran’ terletak pada kesesuaian antara pikiran, ujuran, dan realitas.

Yang menarik bagi saya adalah pendapat Habermas yang menyatakan bahawa kebenaran juga mengandung unsur kesepakatan. Kalau dua orang yang berkomunikasi tidak mencapai kesepakatan, kebenaranpun tidak ada. Jadi kebenaran memang terkena hukum relatif dan kompromis. Mungkin Anda tidak sepenuhnya setuju, itupun sebuah kebenaran.

Sumber gambar: http://bzeines.files.wordpress.com/2009/10/lie_to_me.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s