Arsip untuk Desember, 2010

Oleh: Iqbal Nurul Azhar

Administrator https://pusatbahasaalazhar.wordpress.com

Akses internet telah menjadi ikon kemajuan pendidikan di banyak kota di Indonesia. Seseorang akan dianggap terpelajar atau berpendidikan tinggi apabila ia mampu menggunakan akses internet dengan baik. Seseorang akan dianggap kurang berpendidikan (ndeso/katrok) apabila ia tidak mampu menggunakan atau bahkan tidak mengenal apa itu intenet dengan baik. Bahkan seseorang yang bergelar profesorpun, apabila ia tidak mampu mengoperasikan komputer dan menghubungkannya dengan internet, gelar keprofesorannya menjadi tidak lengkap dan bisa saja kepakarannya menjadi dipertanyakan.

Internet (International Network, Interconnected Network) dalam pandangan orang umum sering juga disebut dunia maya. Dunia ini sebenarnya tidak ada, namun tampak seperti dunia nyata. Di dunia maya ini, kita bisa melakukan hampir semua hal yang bisa kita lakukan di dunia nyata seperti; berbelanja, nonton film, berkomunikasi dengan keluarga dsb. Internet dalam pandangan ilmuwan didefinisikan sebagai jaringan komputer yang saling terhubung secara global yang memungkinkan pengguna internet saling bertukar informasi/data melalui jaringan tersebut. Internet adalah sistem komunikasi data berskala global, suatu infrastruktur yang terdiri dari hardware dan software yang menghubungkan komputer yang berada di jaringannya. (lebih…)

Iklan

Muhammad Iqbal

Posted: Desember 1, 2010 in TOKOH-TOKOH SASTRA

Muhammad Iqbal lahir pada tanggal 22 Februari 1873 di desa Sailkot, Punjab. Kakeknya Syekh Rafiq, seorang Kashmir, telah bergabung dengan gelombang migrasi ke Sialkot, di mana ia membuat hidup menjajakan syal kashmir. Shaikh Rafiq mempunyai dua anak laki-laki, Shaikh Ghulam Qadir dan Shaikh Nur Muhammad, ayah Iqbal. Syaikh Nur Muhammad adalah seorang penjahit yang cukup terkenal di Sialkot. Tapi pengabdiannya pada Islam khususnya aspek mistik yang mendapatkan rasa hormat di antara rekan sufi dan lainnya. Istrinya Imam Bibi, juga seorang Muslim yang taat. Mereka tanamkan kesadaran religius yang mendalam pada kelima anaknya.

Dengan kekalahan Sikh di Punjab oleh tentara Inggris, para misionaris Barat tidak membuang waktu dalam mendirikan pusat pembelajaran di Sialkot. Salah satunya, Misi Scotch College, yang didirikan 1889, menawarkan program studi seni liberal dalam bahasa Arab dan Persia, walaupun saat itu Inggris telah menjadi bahasa pengantar di sekolah. Ini adalah tempat pertama Iqbal mendapat pendidikan sekuler. Potensi Iqbal sebagai penyair pertama kali diakui oleh salah seorang tutor Sayyid Mir Hassan yang darinya ia mempelajari puisi klasik. Mir Hassan tidak pernah belajar bahasa Inggris, tapi kesadaran tentang manfaat pendidikan Barat dan apresiasi terhadap modernitas memastikan kedudukan kepadanya sebagai Profesor Oriental Scotch Sastra. Dia adalah guru Iqbal sampai lulus pada tahun 1892.
(lebih…)