Arsip untuk Februari, 2011

Di bawah ini ada beberapa gambar yang mungkin dapat memberikan pelajaran bagi kita betapa memalukannya terpeleset tangan alias slip of the hand….:). Penulisnya perlu buka kamus lagi deh….he..he..

(lebih…)

Google Translate, sebuah layanan yang dapat langsung menerjemahkan seluruh halaman web atau potongan teks dalam bahasa lain, telah menambahkan bahasa Latin ke dalam daftarnya.

Google Translate mendukung lebih dari 50 bahasa, termasuk bahasa minoritas seperti Welsh dan Haiti Creole, dan penambahan Latin pasti akan menyenangkan akademisi dan tradisionalis.

Dalam posting blog, menulis seluruhnya dalam bahasa Latin, Jakob Uszkoreit, insinyur senior di Google mengatakan bahwa bahasa Latin jauh dari “dead language”. (lebih…)

JAKARTA–Bahasa menunjukkan bangsa. Namun sayangnya, Bahasa Indonesia semakin tidak bergengsi di dalam negeri.

Wakil Sementara Kepala Pusat Bahasa, Agus Dharma, mengatakan, pada era pasar bebas saat ini, ada kebutuhan sertifikasi bahasa Indonesia yang belum terpenuhi. Di dunia pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan umumnya belum bersertifikasi kemahiran untuk menjamin mutu penggunaan Bahasa Indonesia.

”Sekarang ini ada euforia berbahasa asing baik di sekolah maupun di perguruan tinggi dengan sikap abai terhadap bahasa sendiri,” ujar Agus, saat konferensi pers Menggalakkan Ujian Bahasa Sendiri Pada Era Pasar Bebas, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Selasa (20/7). (lebih…)

SEOUL–Hampir 30 robot akan mulai mengajar bahasa Inggris kepada anak di kota Korea Selatan (Korsel), kata pejabat kementerian pendidikan pada Selasa, mengenai proyek percobaan yang dirancang untuk pendidikan dalam industri robot yang sedang dikembangkan. Engkey, robot putih berbentuk oval telur yang dikembangkan oleh Institut Ilmu Pengetahuan Teknologi Korsel (KIST), mulai mengajar pada Senin di 21 sekolah SD di kota Daegu, wilayah tenggara Korsel.

Robot berjumlah 29, dengan tinggi sekitar satu meter berwajah layar televisi, bergerak dalam kelas menggunakan roda sebagai kaki saat berbicara kepada siswa, membaca buku dan menari mengikuti musik dengan menggerakkan kepala dan tangannya. Robot tersebut, ber-“wajah”-kan perempuan berkulit putih, dikendalikan jarak jauh oleh guru bahasa Inggris di Filipina — yang dapat melihat dan mendengar para siswa melalui sistem kendali jarak jauh. (lebih…)

Sebagai ‘negara’ ketiga terbesar di dunia, Facebook kini ‘dihuni’ oleh lebih dari 400 juta orang dari berbagai latar belakang dan ras.

Setidaknya, ratusan juta pengguna Facebook tadi punya satu kesamaan, yaitu doyan seks. Sebab, dalam sebuah penelitian, ternyata para pengguna Facebook memang menyukai postingan-postingan berbau seks.

Dan Zarella, seorang Media Scientist asal AS baru-baru ini melakukan penelitian dengan pendekatan metodologi linguistik untuk  mencari-tahu kebiasaan berbagi para pengguna Facebook.

Ia menggunakan metode Regressive Imagery Dictionary (RID) dan Linguistic Inquiry dan Word Count (LIWC) sehingga sampai pada kesimpulan bahwa para pengguna Facebook doyan seks. (lebih…)

Ilustrasi: Ampera, Propinsi Sumatera Selatan

Seorang peneliti menemukan ada bahasa baru yang berkembang sejak 100 tahun lalu

Selama ini, masyarakat mengenal hanya ada tiga bahasa di Sumatera Barat, yaitu Minangkabau, Mentawai, dan Mandailing. Namun seorang peneliti menemukan, ada bahasa keempat yang hidup di Sumatera Barat yang baru saja dilanda gempa dan tsunami itu.

Bahasa itu, oleh penemunya Elsa Putri Ermisah Syafril, disebut sebagai Bahasa Tansi. “Ke depan, melalui penelitian linguistik yang melihat latar belakang sejarah, sosial, dan budaya masyarakat pengguna, tidak tertutup kemungkinan khazanah bahasa yang ada ini akan kembali bertambah,” ujar Elsa saat mempertahankan disertasinya yang berjudul “Bahasa Tansi di Kota Sawahlunto” dalam ujian terbuka Program Doktor Ilmu-ilmu Humaniora (Linguistik) di Ruang Multimedia Gedung R.M. Margono Djojohadikusumo, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada.

Elsa mengatakan Bahasa Tansi merupakan satu bahasa kreol dengan latar belakang perburuhan dan berada di pedalaman. Temuan ini selain menjadikan Bahasa Tansi sebagai bahasa kreol pertama di Indonesia yang lahir dari latar belakang perburuhan dan berada di pedalaman, juga membuka katup kemungkinan bahwa bahasa kreol di Indonesia bagian barat tidak identik dengan latar belakang perniagaan dan berada di wilayah pesisiran. (lebih…)

Bangsa ini kaya sekali akan kosakata budaya. Bahkan dalam permainan tradisionalpun, kosakata unik banyak sekali dijumpai, seperti kosakata unik yang dimiliki bahasa Betawi seperti yang terdapat di bawah ini.

1. Permainan Kelereng

  1. Keparat : keadaan terdesak di suatu sudut permainan
  2. Gaco : ikon kita dalam bermain kelereng
  3. Erot : Menggeser posisi letak tempat kita berada
  4. Poles : terkena oleh lawan tapi hanya menyenggol sedikit
  5. Cilem : Kurang mempunyai pasangan/taruhan, tetapi masih ikut bermain (bisa disebut juga berhutang)
  6. Stik : jarak antara gacoan dengan bidang bermain hanya berjarak sejengkal
  7. Cilot : terpentalnya gacoan kita karena terkena oleh lawan
  8. Dus : diubahnya posisi gacoan kita karena terkena manusia, dibagi menjadi berbagai macam : Dus kilat, Dus jauh, Dus sedang, Dus dekat,dan dus kantong
  9. Srik : Membersihkan area permainan, agar lebih terlihat jelas gacoan lawan
  10. Trek : memakai gaco lawan sebagai tumpuan agar bisa mendekati area permainan yang dituju
  11. Sten : tumpuan bidang permainan agak ke atas agar posisi menyentil lebih enak dan leluasa (biasanya menyandarkan tangan di atas paha)
  12. Pinjem gaco: meminjam gundu kepada lawan, sebagai alat bermain karena modal sudah habis (lebih…)