Arsip untuk Januari, 2012

Kemampuan Bahasa Inggris yang terbatas sering menjadi kendala bagi daerah dalam menggelar event internasional seperti SEA Games 2011 yang diikuti 11 negara Asia Tenggara, termasuk tuan rumah Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris yang terbatas tersebut tidak hanya dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dalam bentuk tulisan padai rambu-rambu penunjuk jalan atau informasi lain.

Seperti yang terlihat di Komplek Olahraga Jakabaring. Beberapa penggunaan bahasa Inggris yang tidak tepat menjadi bahan-bahan olok-olok wartawan dan masyarakat. Bahkan foto tulisan berbahasa Inggris itu telah cepat menyebar ke dunia maya setelah diunduh ke Facebook.

Di kawasan Jakabaring Sports Center Palembang yang menggelar event internasional SEA Games XXVI, tegak sebuah papan penunjuk arah dwi-bahasa, Indonesia dan Inggris. Ada empat cabang olahraga yang disebutkan di situ, tapi ’tragisnya’ (atau barangkali ’tragis komedi’), dua di antaranya ’salah tulis’. (lebih…)

Iklan

Pada Selasa (10/1) lalu, siaran Radio 1 Belanda yang diselenggarakan oleh Evangelische Omroep EO mengangkat topik kunjungan kenegaraan Ratu Belanda ke luar negeri. Dengan mengambil tajuk “Dit is de Dag” (Hari Ini), siaran tersebut membahas kunjungan kenegaraan Ratu Beatrix ke beberapa negara Teluk Persia.

Fred Lammers, jurnalis yang dikenal sebagai royalty watcher, hadir dalam acara tersebut. Menurut Lammers, Beatrix dibandingkan dengan nenek dan ibu sang ratu itu jauh lebih sering melakukan kunjungan kenegaraan.

Ratu Wilhelmina hanya sempat melakukan 11 kunjungan. Ratu Juliana sedikit lebih banyak dengan 20 kali kunjungan. Sementara, Ratu Beatrix sudah melakukan 50 kunjungan.

Dalam siaran tersebut, Lammers mengangkat beberapa anekdot saat Ratu Beatrix melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Agustus 1995. Sebelum berangkat ke Indonesia, Ratu Beatrix menerima sekian banyak tulisan yang memuat berbagai saran apa saja yang harus ia lakukan. (lebih…)