Arsip untuk Juli, 2012

Dialek Jakarta

Posted: Juli 31, 2012 in BERITA-BERITA TENTANG BAHASA

Muhadjir menyatakan 40% dari kosakata dialek Jakarta berasal dari bahasa Jawa. Wayan Bawa (1981) mengemukakan, sekitar 25% dialek Jakarta berasal dari kosakata bahasa Bali, terutama pada kata-kata yang berakhiran in. Jauh sebelumnya, van der Tuuk berpendapat, dialek Jakarta merupakan sejenis “bahasa Bali rendah”.

Sebaliknya A. Teeuw (1961) dan Hans Kähler (1966) menyatakan, dilihat dari kosakatanya dialek Jakarta adalah sejenis dialek Melayu dengan unsur-unsur dari Bali, Jawa, Sunda, Arab, Cina, Belanda, Portugis, dan Inggris (Abdul Chaer, “Dialek Jakarta: Siapa Punya”, 1986). Contohnya beken, permak, onderdil, dan persekot (Belanda); apdol, waris, dan tapsir (Arab); serta hoki, jigo, dan loteng (Cina).

Menurut Chaer, istilah dialek Jakarta sangat kompleks. Di dalamnya terkandung pengertian berbagai macam ragam bahasa yang diperbedakan secara sosial, regional, dan etnis. Dialek Melayu Jakarta mempunyai dua subdialek. Pertama, Dialek Jakarta Asli (DJA), yang diturunkan secara langsung dari Dialek Melayu Jakarta. Kedua, Dialek Jakarta Umum (DJU), yang diturunkan melalui bahasa Indonesia.

Namun batas antara DJA dan DJU sangat kabur. Penutur DJA akan menolak kalau kata-kata seperti jigo dan apdol disebut sebagai kata-kata dialek Jakarta. Sebaliknya para penutur DJU akan menerima kata-kata tersebut sebagai kosakata dialek Jakarta. Karena itu kosakata yang dimiliki DJA jauh lebih sedikit dibandingkan DJU. Jumlah kosakata DJA tidak akan bertambah selama para penuturnya menutup diri terhadap pengaruh dari luar. Sedangkan kosakata DJU akan semakin bertambah sesuai dengan perkembangan budaya dalam masyarakat Jakarta. (lebih…)

Bahasa asing sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Indonesia berjalan tidak efektif. Ini disebabkan tidak ada standar pengajaran yang jelas sehingga metode pengajaran bahasa asing setiap guru berbeda.

Hal itu dikemukakan Head of English Development British Council Danny Whitehead yang memaparkan hasil penelitian Stephen Bax dari University of Bedfordshire, Inggris, di konferensi internasional ”Language, Education, and Millenium Development Goals (MDGs)”, Kamis (11/11/2010) di Bangkok, Thailand.

”Setiap guru di satu sekolah yang sama bisa saja metode pengajaran dengan bahasa Inggrisnya berbeda-beda. Ini disebabkan tidak ada panduan dan standar pengajaran yang jelas,” ungkap Whitehead.

Hasil penelitian itu juga menyebutkan, penggunaan bahasa asing tidak efektif karena jumlah guru yang memiliki kemampuan mengajar dalam bahasa Inggris kurang dari 25 persen. Mayoritas guru hanya sekadar bisa berbicara dalam bahasa Inggris. (lebih…)

Umat Islam Madura akan semakin mudah saja memahami tarjamah ayat-ayat dalam Al Quran. Pasalnya, sebentar lagi Tarjamah Al Quran dalam bahasa Madura akan segera diluncurkan. Judulnya, “Al Quran Tarjamah Bhasa Madura.”

Peluncuran terjemah Al Quran bahasa Madura rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Juni 2012 di Pendopo Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Demikian seperti disampaikan Tim Penerjemah, Ir Indrayadi, MBA dalam rilisnya kepada Suara Islam Online.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT, harapan masyarakat muslim Madura memiliki Tarjamah Al Quran berbahasa Madura akhirnya tercapai. Langkah awal penerjemahan Al Quran ke dalam bahasa Madura sudah terselesaikan, meski  dalam  3 juz. Selanjutnya, proses penterjemahan 27 juz Al Quran akan dilanjutkan oleh secara bertahap,” kata Indrayadi.

Menurut Indrayadi, tim penerjemah terdiri dari Ulama, Budayawan Madura, para ahli di STAIN Pamekasan, dan tim dari Jamaah Pengajian Surabaya (JPS). Mereka telah bekerja sekitar satu  tahun untuk menuntaskan 3 juz awal tersebut, sejak 2011 lalu. (lebih…)