Humor dan Perempuan dalam Rapat

Posted: Mei 25, 2013 in BERITA-BERITA TENTANG BAHASA

Sebuah penelitian menemukan bahwa bos wanita yang melemparkan lelucon saat pertemuan akan lebih sering ditanggapi dengan diam. Tak seperti lelucon oleh bos pria yang akan segera disambut oleh tawa.

Berdasarkan penelitian ini, lelucon yang diberikan oleh wanita seringkali dilihat sebagai “buatan, tidak alami, defensif, dan kejam.”

Ahli linguistik, Judith Baxter, melakukan penelitian selama 18 bulan dalam mengamati pola berbicara pada pertemuan bisnis, termasuk pada dua perusahaan di FTSE 100.

Dia menemukan bahwa 90% lelucon yang dibuat oleh pengusaha pria bisa memicu ledakan tawa, sementara 80% lelucon yang dilontarkan oleh pengusaha wanita menghasilkan keheningan.

Hal ini tidak mengherankan, mengingat hasil penelitian terdahulu bahwa pria memiliki kecenderungan tiga kali lebih besar untuk menggunakan lelucon saat memimpin rapat.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut Baxter, ini juga dipengaruhi oleh cara wanita dalam menggunakan humor.

“Salah satu jenis lelucon yang seringkali digunakan oleh wanita, yang berbeda dengan pria, adalah humor yang bernada mencela,” kata Baxter pada Daily Mail.

“Wanita lebih suka menertawakan diri sendiri secara keseluruhan daripada menertawakan orang lain, karena itu adalah pilihan yang aman.”

“Namun sikap meremehkan diri sendiri ini pada akhirnya tidak menampilkan otoritas. Meskipun Anda diijinkan untuk bercanda tentang diri Anda, namun orang lain mungkin merasa tidak nyaman tertawa atas kelemahan bos mereka,” tambahnya, seperti dikutip oleh Times of India.

“Penelitianku menunjukkan bahwa manajer pria biasanya menggunakan humor untuk menunjukkan kepemimpinan mereka pada tim. Namun ini masih tidak bisa diterima secara kultural bagi perempuan, karena biasanya wanita cenderung dianggap sebagai penonton, bukan yang mengeluarkan lelucon.”

“Hal ini bukan berarti bahwa wanita kurang lucu, namun mereka memiliki gaya humor yang berbeda. Wanita lebih senang menggunakan humor mereka dengan teman-teman dekat. Ini membuat humor mereka kadang terlihat dibuat-buat, defensif, atau kejam,” tandas Baxter.

Disadap dari: http://www.merdeka.com/artis/inikah-yang-dilakukan-david-beckham-agar-dianggap-high-class.html

Normal
0

false
false
false

EN-GB
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

Wanita tak terampil gunakan lelucon saat pimpin rapat, benarkah?

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s