BEBERAPA FENOMENA PEMBENTUKAN KATA

Oleh: Salim A

Pembentukan kata banyak terjadi pada suatu bahasa untuk segala kebutuhan gramatikal. Kata dapat dibentuk untuk memenuhi fungsi derivasional maupun infleksional. Pembentukan kata dapat terjadi dalam beberapa proses. Makalah ini akan menjelaskan proses tersebut antara lain: afiksasi, derivasi nol, reduplikasi, dan komposisi.

1. Afiksasi

Pembentukan kata yang paling umum adalah dengan menambahkan afiks atau dikenal dengan afiksasi (Bauer 1988: 19). Afiks adalah morfem yang digunakan dengan cara menggabungkannya dengan morfem lain yang merupakan bentuk dasar. Afiks juga merupakan morfem terikat dan tidak pernah berdiri sendiri di dalam sebuah kalimat (Katamba 1993: 44). Afiks sendiri tidak mempunyai makna, tetapi selalu terikat pada bentuk dasarnya.

Afiks berperan penting dalam pembentukan leksem baru dalam bahasa (Brinton 2000: 77). Bahasa Inggris mempunyai afiks lebih sedikit daripada bahasa-bahasa yang lain (Trask, 1999: 6). Brinton (2000: 77) menambahkan bahwa bahasa Inggris hanya mempunyai dua jenis afiks, yaitu prefiks dan sufiks. Brinton (2000: 78) membagi afiks menjadi dua tipe:

1. derivasional, mempunyai dua fungsi:

  • untuk mengubah dari satu kelas kata ke kata yang lain
  • untuk mengubah makna dari bentuk dasar

2. infleksional, fungsinya untuk mengindikasikan makna gramatikal (dalam bahasa Inggris selalu berupa sufiks).

Bauer (1988: 19) menyatakan bahwa afiks dapat berupa sufiks, prefiks, konfiks, infiks, interfiks, dan transfiks.

a. sufiks

Menurut Haspelmath (2002: 19) sufiks adalah afiks yang mengikuti bentuk dasar. Sufiks dilekatkan setelah bentuk dasar (Katamba 1993: 44). Sufiks digunakan untuk segala tujuan dalam morfologi (Bauer 1988: 19). Contohnya:

(1)  slow   +   –ly à   slowly

(2)  fast   +   –est à   fastest

(3)  work   +   –ing à   working

(4)  cook   +   –ed à   cooked

Proses sufiksasi banyak terjadi dalam kata-kata bahasa Inggris, baik untuk pembentukan derivasi leksem baru (e.g. –ize, -tion) maupun untuk menyatakan hubungan gramatikal atau infleksi (e.g. –s, -ed, -ing) (Crystal 1997: 371).

b. prefiks

Prefiks adalah afiks yang mengawali bentuk dasar (Haspelmath 2002: 19). Prefiks dilekatkan sebelum bentuk dasar (Katamba 1993: 44). Walaupun agak jarang dipakai dibandingkan dengan sufiks, prefiks juga berfungsi sama dengan sufiks (Bauer 1988: 21). Contohnya:

(5)  en- +   large   à   enlarge

(6)  re- +   charge   à   recharge

(7)  dis- +   connect   à   disconnect

(8)  pre- +   requisite   à   prerequisite

Proses prefiksasi banyak terjadi dalam kata-kata bahasa Inggris untuk membentuk leksem baru (e.g. un-, mini-). Tetapi bahasa Inggris tidak menggunakan prefiksasi untuk membentuk infleksi. Bahasa yang menggunakan prefiks untuk infleksi diantaranya adalah bahasa Jerman (Crystal 1997: 304).

c. konfiks (sirkumfiks)

Konfiks adalah afiks yang tempatnya terpisah. Afiks disebut sirkumfiks jika merupakan satu morfem yang terputus. Sirkumfiks adalah prefiks dan sufiks yang mengapit bentuk dasar, disebut juga morfem terputus (discontinuous morph) (Bauer 1988: 22). Sirkumfiks dilekatkan pada awal dan akhir bentuk dasar (Fromkin et al. 2003: 80). Contohnya dalam bahasa Indonesia antara lain ke-an dan per-an.

konfiks ke-an, yang menghasilkan tiga bentuk:

  • nomina abstrak

e.g.                  (9)    ke- +   ibu   +   -an à   keibuan

(10)  ke- +   adil   +   -an à   keadilan

  • verba (ditimpa/terkena peristiwa)

e.g.                   (11)   ke- +   maling   +   -an à   kemalingan

(12)   ke- +   curi   +   -an à   kecurian

  • adjektiva (terlalu)

e.g.                   (13)   ke- +   kecil   +   -an à   kekecilan

catatan: afiks ke-an adalah satu morfem yang harus berpasangan karena tidak ada bentuk *keadil atau *adilan, hanya ada keadilan.

d. infiks

Infiks adalah afiks yang muncul di antara deretan konsonan dan vokal dari bentuk dasar (Robins, 1992: 245). Infiks dimasukkan ke dalam bentuk dasar (Katamba 1993: 44). Infiks menghasilkan bentuk dasar yang terputus (discontinuous base) (Bauer 1988: 23). Proses infiksasi tidak terdapat dalam bahasa-bahasa di Eropa. Biasanya proses ini terdapat dalam bahasa-bahasa di asia, Indian Amerika, dan afrika. Bahasa Inggris tidak mempunyai infiks. Contohnya dalam bahasa Indonesia:

(14)  tunjuk   +   –el- à   telunjuk

(15)  getar   +   –em- à   gemetar

e. interfiks

Interfiks adalah afiks yang menyatukan dua bentuk dasar (kata) dan berada di antaranya. Elemen penghubungnya adalah sebuah afiks yang berada di antara dua bentuk dasar yang berbeda. Interfiks banyak digunakan dalam bahasa Jerman.  (Bauer 1988: 23). Contohnya:

(16)      czech   +   o +   slovakia   à   czechoslovakia

f. Transfiks

Transfiks adalah afiks yang menghasilkan morfem terputus dan bentuk dasar terputus. Afiks ini biasanya memberikan vokal kepada bentuk dasar konsonan dan ditambahkan juga prefiks dan afiks. Transfiks merupakan bentuk afiks yang paling kompleks karena melibatkan dua morfem terputus (Bauer 1988: 24). Pada umumnya ada di bahasa Arab dan Ibrani. Contohnya dalam bahasa Arab:

(17)     j (ج)  l (ل)  s(س)   jalasa : sit

j   –   l   –   s

INFLEKSI

j a   l a   s a                     jalasa    : he sat

j a   l a   s ta                    jalasta   : you sat   (male)

j a   l a   s tu                    jalastu   : I  sat

a   j l i   s u                    ajlisu      : I will sit

ya   j l i   s u                     yajlisu: he will sit

i    j l i   s ijlis       : sit!  (imperative)

DERIVASI

ma   j l i   s u                    majlisu  : place for sitting (singular)

ma   j aa   l i    s u                    majaalisu : place for sitting (plural)

2. Derivasi Nol (Konversi)

Derivasi nol adalah proses pembentukan kata tanpa ada perubahan bentuk dan tidak terjadi penambahan morfem (Bauer 1988: 30). Menurut Katamba (1993: ) kata dapat dibentuk tanpa menambahkan apa pun pada bentuk dasarnya. Biasanya dikatakan bahwa suatu kata ditambahkan derivasi nol (karena umumnya afiks ditambahkan untuk mengubah kelas kata). Suatu kata dapat berubah kelas, misalnya suatu kata yang merupakan nomina dapat bergeser kelas katanya menjadi verba dengan ditambahkan derivasi nol, contohnya:

(18)  paint(n) paint(v)

Those cans contain red paint.

I paint my room by myself.

(19)  must(v) must(n)

You must take this pill to heal your headache.

Having a good TOEFL score is a must for postgraduate student.

(20)  clean(adj) clean(v)

His room is very neat and clean.

Clean the blackboard, please.

Brinton (2000:91) menambahkan bahwa pengubahan yang nyata terjadi pada konversi adalah perubahan tekanan (stress), contohnya:

tabel 1. contoh perubahan tekanan (stress)

No. VERB NOUN
21 objéct óbject
22 recórd récord
23 permít pérmit

sumber: Brinton (2000:93)

3. Reduplikasi

Reduplikasi adalah pembentukan kata yang mengulang sebagian atau seluruh bentuk akar

di dalam kata yang sama (Robins 1992: 248). Pengulangan ini biasanya juga disertai dengan sedikit pengubahan fonologis, contohnya: super-duper. Dalam bahasa Inggris, reduplikasi sering digunakan dalam bahasa kanak-kanak (e.g. boo-boo, putt-putt, choo-choo) atau untuk kata-kata lelucon (e.g. goody-goody, rah-rah, pooh-pooh) (Brinton 2000: 91). Dalam bahasa Indonesia ada dua bentuk reduplikasi:

  • perulangan sempurna, contohnya: mobil-mobil, rumah-rumah, anak-anak
  • perulangan dengan pengubahan, contohnya: sayur-mayur, bersenang-senang

catatan: kata yang bercetak tebal adalah inti dari reduplikasi tersebut.

Reduplikasi juga merupakan salah satu cara dari pembuatan komposisi jenis khusus. Biasanya reduplikasi juga ditentukan oleh unsur fonologis, sehingga aturan reduplikasi menyatakan seberapa besar bentuk dasar diulang pada bagian konsonan, vokal, suku kata, dan juga bentuk katanya (Bauer 1988: 25).

4. Komposisi

Menurut Trask, (1999: 344) komposisi adalah penggabungan dua kata, atau lebih, untuk membentuk leksem baru. Haspelmath (2002: 85) menambahkan bahwa komposisi merupakan sebuah leksem kompleks yang dipahami terdiri atas dua leksem dasar atau lebih. Bahasa Inggris memperkenankan beberapa tipe penggabungan dari kelas kata yang berbeda, tetapi tidak semua penggabungan diperbolehkan. Berikut ini adalah beberapa contohnya:         tabel 2. contoh penggabungan dalam komposisi

No. Kelas Kata Komposisi Keterangan
24 N  +  N lipstick (lip N + stick N)
25 N  +  V babysit (baby N + sit V)
26 N  +  A leadfree (lead N + free A)
27 V  +  N drawbridge (draw V + bridge N)
28 A  +  N hardware (hard A + ware N)
29 A  +  A bitter-sweet (bitter A + sweet A)

Sumber: Haspelmath (2000:85)

Komposisi dalam bahasa Inggris tidak terbatas dan merupakan proses yang umum dan sering digunakan untuk memperluas kosakata dari bahasa apa pun. Dalam bahasa Inggris, kata yang paling berpengaruh disebut inti (head). Inti adalah bagian dari kata yang menentukan makna dan kategori gramatikalnya. Berikut ini adalah beberapa jenis komposisi:

  • komposisi dengan spasi di antaranya (e.g. fried chicken, world cup)
  • komposisi dengan tanda hubung (-) (e.g. forget-me-not, brother-in-law)
  • komposisi tanpa pemisah (e.g. blackboard, chairman)

Dalam komposisi, kata pertama biasanya diberi tekanan (diucapkan lebih keras dan bernada tinggi). Pada frasa nomina, kata yang kedua diberi penekanan. Banyak komposisi yang makna bagian-bagiannya tidak berhubungan, karena beberapa komposisi merupakan idiom (e.g. hot dog, run out) (Fromkin 2003: 93).

Trask (1999:344) juga menambahkan bahwa ada komposisi yang ditambahkan dengan afiks (e.g. four-legged, black-eyed).

catatan: kata yang bercetak tebal adalah inti dari komposisi tersebut.

Pustaka Acuan

Bauer, Laurie. 1988. Introducing Linguistic Morphology. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Brinton, Laurel J. 2000. The Structure of Modern English: A Linguistic Introduction. Amsterdam: John Benjamins.

Crystal, David. 1997. A Dictionary of Linguistics and Phonetics. Massachusetts: Blackwell Publishers.

Fromkin, V., R. Rodman, dan N. Hyams. 2003. An Introduction to Language (edisi ketujuh). Boston: Thomson Heinle.

Haspelmath, Martin. 2002. Understanding Morphology. London: Oxford University Press.

Katamba, Francis. 1993. Modern Linguistics Morphology. London: The MacMillan Press.

Robins, R.H. 1989/1992.  Linguistik Umum: Sebuah Pengantar. Terjemahan General Linguistics: An Introductory Survey (edisi keempat) oleh S. Djajanegara. Yogyakarta: Kanisius

Trask, R.L. 1999. Key Concepts in Language and Linguistics. London: Routledge.

Komentar
  1. Titin Ritmi mengatakan:

    Makasih untuk masukan dari tulisan ini

  2. jozz mengatakan:

    please give me some examples

  3. thick mattress topper mengatakan:

    These are truly wonderful ideas in regarding blogging.

    You have touched some fastidious factors here.
    Any way keep up wrinting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s