PANAH SEMARAMU

April 1996

Aku mungkin terlalu laif

Atau juga terlalu naif

Untuk memikirkan masalah cinta

Yang penuh dengan tanda tanya

Dilarangkah aku mencinta

Pada seorang yang kupuja

Yang kernanya kupancakara

Dengan rindu yang menjerba

Ingin kuberi engkau retna

Meski hatiku meronta gila

Ada tanya dalam dada

Apa cintaku seharga retna

Memar tak perih dalam rana

Darah tak kucur dari luka

Kerna ku tahan semua rasa

Kerna ku kebal gores luka

Tapi tak dapat kutahan asa

Asa cinta yang bersahaja

Tapi tak dapat kutahan rindu

Rindu rendam yang menderu

Panah asmaramu

Menancap lurus di kalbuku

Akupun jatuh

Akupun luruh

Komentar
  1. JUWATI mengatakan:

    romantis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s