Archive for the ‘BERITA-BERITA TENTANG SASTRA’ Category

Sejumlah aktor teater kawakan di Inggris termasuk Sir Derek Jacobi dan Mark Rylance meluncurkan debat tentang siapa yang sebenarnya menulis karya-karya sastra yang dikatakan ditulis oleh William Shakespeare.

Hampir 300 orang telah menandatangani “deklarasi keraguan yang beralasan”, yang mereka harap akan mendorong penelitian lebih lanjut tentang isu ini.

“Saya percaya dengan teori yang mengatakan karya-karya itu adalah kolaborasi sekelompok orang. Saya tidak yakin satu orang saja mampu melakukannya,” kata Sir Derek Jacobi.

Mereka mengatakan tidak ada catatan bahwa Shakespeare menerima bayaran atas karya-karyanya.

Sementara dokumen-dokumen yang ada tentang Shakespeare, yang dilahirkan di kota Stratford-upon-Avon pada tahun 1564, tidak membuktikan bahwa dia seorang penulis. (lebih…)

Disadap dari: http://www.antaranews.com. Sabtu, 29 Mei 2010 14:16 WIB

Yogyakarta (ANTARA News) – Tujuh pengarang dan penggerak sastra Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung menerima Penghargaan Rancage 2010, karena dianggap telah berjasa bagi pengembangan bahasa dan sastra daerah.

“Tujuh orang itu masing-masing menerima piagam penghargaan dan uang Rp5 juta dari Yayasan Kebudayaan Rancage,” kata Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage Erry Riyana Harjapamekas di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu.

Menurut dia di sela pemberian Penghargaan Rancage 2010, penerima penghargaan kategori sastra Sunda adalah Usep Romli HM dengan karya sastra “Sanggeus Umur Tunggang Gunung” dan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Mingguan Bahasa Sunda Mangle, Karno Kartadibrata.

Penerima penghargaan kategori sastra Jawa adalah Sumono Sandi Asmoro dengan karya sastra “Layang Panantang” dan Ketua Paguyuban Pengarang Sastra Jawa, Surabaya Bonari Nabobenar. Penghargaan kategori sastra Bali diterima oleh Agung Wiyat S Ardi dengan karya “Leak Pamoroan” dan penggerak sastra I Wayan Sadha. (lebih…)

Disadap dari: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/08/07/67730-kitab-alfihrist-bibliografi-terbesar-sepanjang-masa. Jumat, 07 Agustus 2009, 10:24 WIB

”Salah satu dokumen terpenting dalam sejarah peradaban Islam,” begitu guru besar pada Fakultas Sejarah dan Filsafat Pendidikan Universitas Colorado AS, Nakosteen menyebut Kitab Al-Fihrist —  sebuah karya bibliografi terbesar sepanjang masa yang ditulis Ibnu al-Nadim pada abad ke-10 M.

Dalam karyanya bertajuk History of Islamic Origins of Western Education A.D. 800-1350 : With an Introduction to Medieval Muslim Education, Nakosteen mengungkapkan, Al-Fihrist telah membantu para ilmuwan dan sejarawan tentang ilmu-ilmu Islam serta karya-karya klasik berbahasa Arab.

”Hingga akhir abad ke-19 M, pengetahuan tentang peradaban Islam diperoleh berdasarkan informasi yang terdapat dalamKitab Al-Fihrist,”  tutur Nakosteen.  Al-Fihrist merupakan salah satu adikarya  Ibnu Nadim yang juga dikenal sebagaiIndex of Nadim. (lebih…)

Disadap dari: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/04/13/110876-akhirnya-media-online-menangkan-pulitzer. Selasa, 13 April 2010, 14:30 WIB

NEW YORK–ProPublica menjadi media online pertama yang memenangkan penghargaan bergengsi jurnalisme, Pulitzer. Media nonprofit yang berbasis di New Orleans, Amerika Serikat (AS) ini mengangkat laporan investigaift mengenai kematian-kematian yang tidak wajar usai Badai Katrina.

Mereka mengangkat laporan yang ditulis oleh Sheri Fink, bekerjasama dengan majalah New York Times, mengenai rumitnya keputusan dokter saat menangani pasien yang terkena bencana banjir. ProPublica dipilih oleh Dewan Pulitzer Prize dari Universitas Columbia AS untuk mendapat penghargaan yang diberikan setiap tahun tersebut.

ProPublica juga dianggap sebagai media perintis, sebuah model baru untuk jurnalisme investigasi, di tengah upaya media profit yang berupaya melakukan hal yang sama. Majalah New York Times juga melaporkan laporan ini.

“Ini adalah sesuatu yangakan kita lihat lebih banyak di tahun-tahun mendatang saat lebih banyak kolaborasi entitas berita antara perusahaan media,” demikian keterangan Sig Gissler, saat mengumumkan pemenang Pulitzer, Selasa (13/4). (lebih…)

Disadap dari: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/seni-budaya/10/06/19/120662-naskah-mark-twain-laku-242500-dolar. Sabtu, 19 Juni 2010, 06:22 WIB

NEW YORK–Manuskrip karya penulis Amerika, Mark Twain terjual dalam lelang di New York, seharga 242.500 dolar. Naskah berjudul A Family Sketch sebanyak 64 halaman dan ditulis untuk putri kesayangan Olivia ‘Suzy’ Clemens yang dalam usia 24 tahun meninggal akibat meningitis radang selaput otak.

Dokumen ini menceritakan masa kecil Twain serta keluarganya. Mark Twain lahir tahun 1835 sebagai Samuel Langhorne Clemens. Ia salah satu penulis kesayangan Amerika. (lebih…)

Disadap: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/seni-budaya/09/05/27/52730-naskah-kuno-perlu-di-transkrip-dan-transliterasi. Rabu, 27 Mei 2009, 15:44 WIB

JAKARTA – Naskah-naskah kuno yang tersimpan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) harus segera diselamatkan melalui proses terjemahan (transkrip) dan transliterasi oleh para peneliti, yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku.

“Agar anak-anak jaman sekarang mau membaca naskah kuno itu diperlukan terjemahan oleh peneliti dan pengkaji naskah,” kata Wakil Ketua Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS), Rachmat Taufiq Hidayat, di Jakarta, Rabu (27/5). (lebih…)

Disadap dari: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/04/20/45172-perkembangan-penggunaan-aksara-pegon-dan-melayu. Senin, 20 April 2009, 17:28 WIB

Membedakan huruf Arab pegon dengan huruf Arab asli sangat mudah. M Irfan Shofwani dalam bukunya Mengenal Tulisan Arab Melayu menerangkan bahwa penulisan Arab pegon menggunakan semua aksara Arab Hijaiyah dilengkapi dengan konsonan abjad Indonesia yang ditulis dengan aksara Arab yang telah dimodifikasi.

Modifikasi huruf Arab ini dikenal sebagai huruf jati Arab Melayu yang berwujud aksara Arab serapan yang tak lazim. Misalnya, untuk konsonan ‘nga’, Arab pegon menggunakan huruf ‘ain’ atau ‘ghain’ dengan tiga titik di atasnya. Sedangkan, untuk konsonan ‘p’ diambil dari huruf ‘fa’ dengan tiga titik di atasnya dan sebagainya. Selain itu, huruf Arab pegon meniadakan syakal (tanda baca) layaknya huruf Arab gundul.

Namun, sumber lain menyebutkan, huruf Arab pegon hampir selalu dibubuhi tanda baca vokal. Ini berbeda dengan huruf Jawi yang ditulis gundul (tanpa tanda baca). Bahasa Jawa memang memiliki kosakata vokal yang lebih banyak daripada bahasa Melayu. Sehingga, vokal perlu ditulis untuk menghindari kerancuan. (lebih…)