Archive for the ‘TENTANG DUNIA’ Category

Disadap dari: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/04/13/110876-akhirnya-media-online-menangkan-pulitzer. Selasa, 13 April 2010, 14:30 WIB

NEW YORK–ProPublica menjadi media online pertama yang memenangkan penghargaan bergengsi jurnalisme, Pulitzer. Media nonprofit yang berbasis di New Orleans, Amerika Serikat (AS) ini mengangkat laporan investigaift mengenai kematian-kematian yang tidak wajar usai Badai Katrina.

Mereka mengangkat laporan yang ditulis oleh Sheri Fink, bekerjasama dengan majalah New York Times, mengenai rumitnya keputusan dokter saat menangani pasien yang terkena bencana banjir. ProPublica dipilih oleh Dewan Pulitzer Prize dari Universitas Columbia AS untuk mendapat penghargaan yang diberikan setiap tahun tersebut.

ProPublica juga dianggap sebagai media perintis, sebuah model baru untuk jurnalisme investigasi, di tengah upaya media profit yang berupaya melakukan hal yang sama. Majalah New York Times juga melaporkan laporan ini.

“Ini adalah sesuatu yangakan kita lihat lebih banyak di tahun-tahun mendatang saat lebih banyak kolaborasi entitas berita antara perusahaan media,” demikian keterangan Sig Gissler, saat mengumumkan pemenang Pulitzer, Selasa (13/4). (lebih…)

Disadap dari: http://www.suaramedia.com/sejarah/sejarah-islam/16732-tradisi-penulisan-surat-dalam-sejarah-islam.htmlSelasa, 02 Februari 2010 18:06

Seni menulis surat mengalami perkembangan di dunia Islam. Bahkan, umat Islam tak hanya memiliki kemampuan menulis dengan tingkat kefasihan bahasa yang tinggi. Mereka juga mampu menyusun tata cara dan struktur penulisan surat.

Pada dasarnya, mengutip George Abraham Makdisi dalam bukunya Cita Humanisme Islam, ada sejumlah istilah penting yang kerap digunakan saat membahas keahlian atau keterampilan menulis surat. Ada tiga akar kata yaitu, asala, nasya’a dan kataba.

Kata-kata  tarasul, tarsil, kitabah, dan  insya digunakan  merujuk pada ilmu persuratan. Sedangkan, untuk surat, kata-kata yang biasanya dipakai adalah  risalah dan  kitab. Selain istilah di atas, umat Islam telah berkemampuan menyusun struktur sebuah surat. (lebih…)

Waspadai 6 Dosa Dalam CV

Posted: Juli 13, 2010 in TENTANG DUNIA

Diadaptasi dari: http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/05/22/18511/Waspadai-6-Dosa-Dalam-CV

CV, Curriculum vitae, atau biasa disebut sebagai data diri. Di dalamnya tercantum biodata singkat, history pendidikan Anda, prestasi Anda, serta pengalaman Anda. Saat perusahaan menerima lamaran pekerjaan yang Anda kirimkan. CV menjadi hal kedua yang diintip setelah surat lamaran, mengingat CV dianggap juga sebagai rangkuman tentang kepribadian Anda. Yah walaupun ada pribahasa tak kenal maka tak sayang, namun setidaknya CV ini merupakan wakil terkecil yang bisa membuat penilaian seseorang tertarik atau tidak kepada Anda.

Bagaimana sih membuat CV yang baik?

Jika Anda ingin diterima bekerja di perusahaan yang Anda incar. Hindari 6 dosa saat menulis CV berikut ini:

Dosa Pertama: mencantumkan semua informasi yang tak penting

Berharap membuat pimpinan perusahaan tertarik, Anda malah menjerumuskan diri sendiri dengan memasukkan aneka info tak penting seperti: (lebih…)

Ketika Bahasa Krisis Makna

Posted: Juli 13, 2010 in TENTANG DUNIA

Disadap dari: http://metrotvnews.com/index.php/metromain/analisdetail/2010/06/21/29/Ketika-Bahasa-Krisis-Makna

Senin, 21 Juni 2010 21:18 WIB

Mulutmu harimaumu, kata pepatah. Seseorang akan dihargai karena lisannya. Jika bicaranya benar, maka akan berwibawa dan mampu menaklukkan teman dan lawan. Tetapi kalau omongannya tidak bisa dipegang dan dipercaya, maka dia akan menerkam dirinya. Maka hati-hatilah kalau berbicara. Terlebih jika seseorang menduduki jabatan publik, omongannya sangat dihormati, disegani dan dinanti sebagai sumber pencerahan dan pedoman masyarakat sehingga omongan penguasa disebut sabda.

Posisi yang tertinggi istilah sabda biasanya dilekatkan pada ucapan para Nabi, lalu untuk Tuhan digunakan istilah firman. Tetapi dalam tradisi Nusantara, sabda juga sering dilekatkan pada penguasa. Kalau dahulu Raja, kalau sekarang Presiden dan pejabat tinggi. Ini hanya untuk menunjukkan betapa masyarakat sangat menghargai petuah penguasa, dan juga sebuah peringatan agar pejabat tinggi kalau berbicara atau membuat statemen mesti benar dan hati-hati sebab implikasi sosialnya sangat besar. (lebih…)

Ditukil dari: http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=218663&actmenu=39

22/06/2010 08:24:52 Tahu ‘gentong babi’? Bagi yang suka berita politik, pasti tahu istilah tersebut. Memang sebuah istilah baru, yang muncul berkaitan dengan usul dari sebuah partai untuk memberi sejumlah dana kepada daerah pemilihan anggota DPR. Kata itu aslinya dari bahasa Inggris pork barrel dan diterjemahkan dengan serta merta ‘gentong babi’.

Di sini kita tidak ingin membahas masalah yang aslinya disebut ‘politik gentong babi’ (pork barrel politics) itu. Yang ingin saya bahas adalah peran media massa dalam penyebaran kata itu. Bermula dari tulisan J Kristiadi di harian Kompas, kini istilah itu masuk ke bahasa Indonesia. Sebelum ini, yang tersebar adalah peniup peluit yang terjemahan dari whistle blower. Kedua istilah itu terjemahan apa adanya, kata demi kata. (lebih…)

AWAS SALAH KETIK!

Posted: Juli 7, 2010 in TENTANG DUNIA

Diadaptasi dari: http://blogberita.net/2009/09/08/bahasa-indonesia-kata-bahasa-batak-toba-kata-mirip/

Di dunia tulis-menulis seperti menulis artikel di situs berita Internet, suratkabar, atau buku, lazim ada petugas khusus yang disebut sebagai editor atau korektor bahasa. Tugasnya terutama untuk memeriksa penulisan kata, penempatan tanda baca, hingga benar-tidaknya susunan suatu kalimat menurut ejaan bahasa Indonesia.

Wartawan lapangan atau reporter, sebagai contoh, sangat mungkin sering salah menulis kata secara tidak sengaja. Keletihan meliput di lapangan, diburu tenggat-waktu, atau karena tombol huruf pada keyboard komputer yang lengket bisa membuatnya menulis kata-kata secara salah. Sebab itulah diperlukan redaktur dan juru periksa bahasa. (lebih…)

HAKIKAT HAKIKI KEMERDEKAAN

Posted: Juli 5, 2010 in TENTANG DUNIA

Iqbal Nurul Azhar

Ketika kata 17 Agustus-an disebut, fikiran kita langsung tertuju pada sebuah selebrasi
sosial yang semarak. Banyak kegiatan diadakan untuk memeriahkan acara ini. Mulai dari
yang sederhana seperti gotong royong bersih-bersih kampung, lomba-lomba unik nan menarik yang dari tahun ke tahun semakin beraneka ragam jenisnya, sampai pada kegiatan formal kompleks berupa upacara di alun-alun kabupaten, kecamatan, atau lapangan-lapangan sekolah. Inti dari kegiatan ini adalah sederhana, yaitu memperingati hari kemerdekaan bangsa besar yang terjadi pada tahun 1945 yaitu bangsa Indonesia.

(lebih…)