FRASA ADPOSISIONAL, ADJEKTIVAL DAN ADVERBIAL

  1. Sintaksis frasa dapat dipandang menurut struktur intrafrasalnya dan menurut ekstrafrasalnya
  2. Menurut struktur ekstrafrasalnya kalimat: (1) ”guru menguraikan tentang teori ini,” frasa preposisional dapat berfungsi sebagai objek, sedang pada kalimat (2) ”Olah tanah dengan cangkul.” sebagai konstituen keterangan.
  3. Secara intrafrasal, semua frasa yang dicetak tebal dia atas adalah sama yaitu frasa adposisional
  4. Ada beberapa pokok menyangkut frasa adposisional yang perlu dibahas yaitu (a) adposisi dan objeknya (b) adposisi berupa preposisi (c) adposisi bertumpuk, yaitu konstituen induk yang terdiri dari dua adposisi (d) frasa adposional bermarkah induk dan brmarkah bawahan (e) frasa adposisional sebagai atribut.
  5. frasa adposisional terdiri dari adposisi sebagai induk dan kata atau frasa nominal sebagai konstituen bawahan.
  6. konstituen tersebut dalam ilmu linguistik disebut “objek” dari adposisi induk. Untuk membedakan dari Objek pada verba, maka huruf “o” pada objek adposisi ditulis kecil.
  7. adposisi yang mendahului objeknya disebut preposisi: di Jakarta, dari Malang.
  8. adposisi yang dapat mengikuti objek disebut posposisi. Dalam bahasa Jepang: Tookyoo ni (Tokio ke, ‘ke Tokyo’), Yokohama made (Yokohama sampai—‘sampai Yokohama’)
  9. adposisi yang mengikuit objek baik itu sebelum dan sesudahnya disebut ambiposisi, seperti dalam contoh: ‘notwithstanding the problem’ atau ‘the problem notwithstanding’ ‘walaupun ada masalah itu’
  10. Dalam banyak bahasa, terdapat pula fenomena adposisi majemk atau rangkap, sebagai induk dari frasa adposisional: Contoh: They took it from under the cabinet.
  11. Ada dua tipologi morfologis bahasa, yaitu bahasa pemarkah induk, dan bahasa pemarkah bawahan. Banyak bahasa Austronesia, utamanya Indonesia berpemarkah induk, contohnya ‘untuk-nya,’ ‘daripada-nya.’
  12. frasa adposisional pemarkah induk ada dua jenis, yaitu pemarkah adposisional secara pronominal sebagai pengganti pronomina, misalnya untuk-nya, sufiksnya menggantikan pronomina, yang kedua yaitu pemarkah yang hanya menyertai, tidak megganti nomina objek, jadi ada baik pemarkah tebal maupun nomina objek. Mis pada bahasa Abkhaz (Kaukasia): a- jәyas a- q’na ART sungai 3:T pada (indonesia ‘pada sungai itu’)
  13. Struktur intrafrasal kadang-kadang bergantung pada struktur ekstra frasalnya.
  14. Frasa adposisional dapat berfungsi sebagai atribut.
  15. Dalam contoh: ’the flower on the table’ frasa preposisional ‘on the table’ dapat menjadi atribut dari ‘the flower.’ Dalam contoh ‘kursi di samping lemari,’ frasa ‘di samping lemari’ menjadi atribut dari ‘kursi’
  16. Frasa ajektival terdiri atas ajektiva sebagai induk dan konstituen bawahannya. Bawahan ajektiva bermacam-macam sehingga dapat digolongkan ke dalam beberapa jeni: (1) penegas negatif, penegas refleksif, penegas modal (2) nomina milik yang tak terasingkan (3) pembaku pada komparatif, superlatif, dan ekuatif (4) adverbia (atau frasa adverbial) derajat (5) nomina pengukur (6) nomina “aspek”

Sumber: Verhaar

Komentar
  1. iko farma mengatakan:

    frasa ajektivalnya kok ga ada contohnya😦

  2. elLa mengatakan:

    hmmm ga sesuai dngan tu9as y9 q cari,,,:(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s