Kamera Untuk Orang Buta

Kamera Untuk Orang Buta

Satu lagi kemajuan teknologi dicatat minggu ini: orang buta bisa melihat dengan bantuan kamera dan elektroda yang dipasang langsung dalam otak manusia.

Laporan yang menarik itu dimuat oleh majalah sains bernama American Society of Artificial Internal Organs, atau Perkumpulan Pakar Organ Buatan.

Kata William Dobelle, ketua Lembaga Dobelle, perusahaan yang membuat alat-alat medis di New York, seorang laki-laki buta berumur 62 tahun bisa melihat huruf-huruf sebesar lima sentimeter dan berjalan dalam ruangan untuk mengambil sebuah topi yang tergantung di dinding.

Sejak berumur 36 tahun, laki-laki yang bernama Jerry itu buta kedua matanya, dan dia ikut secara sukarela dalam usaha riset untuk memulihkan penglihatannya yang hilang itu.

Pakar-pakar pada lembaga Dobelle memasang beberapa elektroda pada otak Jerry, pada bagian yang memproses informasi supaya manusia bisa melihat. Secara umum, orang mengatakan kita melihat dengan mata; tapi sebetulnya, mata hanyalah alat untuk menangkap gambar, seperti alat potret; dan gambar itu baru bisa dilihat setelah filmnya di proses.

Gambar yang ditangkap oleh mata itu dikirim ke otak, untuk diproses, dan baru setelah itu kita bisa melihat. Tapi kalau matanya yang rusak, tidak ada gambar yang dikirim ke otak, sehingga orang yang bersangkutan tidak bisa melihat apapun.

Kalau dibandingkan dengan kamera, apabila lensanya tidak berfungsi, maka film yang terdapat dalam kamera itu tidak merekam gambar apapun.

Sebuah kamera elektronik kecil dipasang pada kacamata khusus yang dikenakan oleh Jerry. Gambar yang ditangkap oleh kamera itu dikirim lewat kawat-kawat halus kepada elektroda yang ditanam dalam otaknya.

Gambar itu, yang berupa titik-titik hitam pada latar belakang putih, merangsang sel-sel otak yang mengatur penglihatan; sehingga Jerry bisa melihat titik-titik cahaya.

Teknologi ini memang masih pada tingkat permulaan, karena apa yang bisa dilihat oleh Jerry itu hanyalah bentuk kasar dan datar sesuatu benda yang ditangkap oleh kamera, artinya bukan gambar stereo seperti yang dilihat oleh orang yang kedua matanya masih bagus. Jerry belum bisa membedakan bagian mana yang lebih dekat dan mana yang lebih jauh.

Kata William Dobelle, para pakar yang bekerja di lembaga risetnya sedang membuat alat penglihat yang lebih maju dari yang ada sekarang, dan berharap akan bisa menjualnya di luar negeri tahun ini juga.

Food and Drug Adminstration, atau Lembaga Bahan Makanan dan Obat-obatan di Amerika harus memberikan izin sebelum obat-obatan ataupun peralatan medis bisa dijual untuk umum di negara itu; dan untuk itu prosesnya mungkin memakan waktu panjang.

Pemasangan elektroda langsung pada otak manusia menyangkut proses medis, yang dianggap bisa membahayakan kesehatan seseorang, sebab itulah percobaannya hanya bisa diadakan pada seorang sukarelawan.

Richard Normann, pakar artificial vision atau penglihatan buatan pada Universitas Utah, terkesan akan apa yang bisa dilakukan oleh Jerry dengan alat bantu penglihatan itu.

Katanya, alat itu, walaupun hanya mengirim data sederhana ke otak, akan memungkinkan orang buta untuk melakukan tugas-tugas yang sedianya membutuhkan penglihatan.

Kemungkinan dalam masa depan yang tidak begitu jauh, orang-orang buta akan bisa berjalan sendiri tanpa menggunakan tongkat, karena dia akan bisa melihat dengan bantuan kamera khusus seperti itu.

Dengarkan Siaran VOA melalui Internet (via Real Audio)

Komentar
  1. gayahspears mengatakan:

    nice n3….
    info yg baik….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s